Workaholic

Sudah lewat tengah malam, si tukang kayu itu tak mau berhenti juga bekerja. Mulutnya besar dan kerjanya juga besar. Itulah gaya orang Amerika.

Supriyanto namanya, menambah daftar orang - orang utara (Jawa) yang tekun dan ulet serta sabar menderita. Sungguh Indonesia butuh orang - orang yang gila kerja. Bekerja antara pagi hingga menjelang pagi lagi.

Sudah lewat tengah malam, si tukang kayu itu tak juga mau rebahan. Dia bergerak terus, seolah menyinggung rembulan yang diam di balik awan.

Tengah malam adalah waktu istirahat badan. Di balik itu ada ide dan kekuatan. Kekuatan malam yang memabukan setiap penjaganya, hingga ia sering lupa diri dan lupa usia.

Negeri kita membutuhkan Workaholic, yang dengan sabar dan terus menerus membangun ummat tiada habisnya. Tiada kata henti dalam bekerja, hingga ajal menjemput kita.

Negeri ini mengharapkan orang - orang yang ikhlas dalam berjuang. Tak kenal hidupnya sendiri senang atau susah, terus menerus menebar kebaikan. Kebaikan yang bagai angin, ada pada musim panas dan ada di musim yang dingin.

Negeri ini dan kita amat butuh orang - orang militan dan spartan. Kita butuh orang - orang yang rajin bekerja. Kita pun butuh ide - ide segar dari para pemuda. Kita butuh hidup yang lebih berdinamika. Kita butuh hidup yang seimbang antara pemikiran, keimanan, dan daya juang.

Sudah lewat tengah malam, si tukang kayu itu tak mau berhenti juga. Hal ini menjadi tanda bahwa, masih ada orang - orang yang optimis hidup di tengah keterpurukan bangsanya.

0 Response to "Workaholic"

Post a Comment