Inilah nasib masyarakat dan bangsaku. Kini setelah era Soekarno, Hatta, M.Natsir, Sahrir dan Agus Salim belum ada lah pemimpin yang tangguh, kuat dan percaya diri. Pembela ummat dan bangsa ini.
Kita tahu, semua orang memang ingin menjadi pemimpin. Tapi begitu ia memimpin, kepemimpinannya yakni berupa hasil - hasil usahanya, sebagian besar ia nikmati sendiri.
Memang ketika dahulu, waktu ia lapar jabatan dan lapar makanan ia idealis. Seolah - olah dialah yang akan menjadi orang besar, ternyata tidak. Hasil - hasil usahanya itu ia makan sendiri, seolah - olah orang tidak melihat dia. Dan seolah - olah ia tidak pernah dilihat oleh dua malaikat suci, kanan dan kiri.
Di kampung - kampung banyak kita temui pemimpin - pemimpin yang berjiwa kerdil, di masyarakat kota kita temui orang - orang yang merasa besar dan hobi menutup dirinya.
Lihatlah bangsa ini amat butuh pemimpin, bangsa ini kekurangan stok pemimpin yang handal. Bangsa ini kekurangan orang - orang yang bermutu tinggi. Dan bangsa ini amat butuh patriot - patriot sejati, pembawa panji - panji hidup sebagai seorang pembela ummat dan negeri ini.
Duhai dunia, kapan kebenaran kau munculkan, kapan pula orang - orang baik memimpin dunia ini. Kapan pula negeri besar ini dipimpin oleh orang - orang yang berjiwa dan berfikir besar. Pembela perut rakyat, bukan aset - aset rakyat masuk ke perut mereka sendiri.
Ada terigu ada taji, ada hidup ada mati. Ada bulan ada bintang, ada kebenaran di tengah rintangan. Ada bunga kenanga ada bunga matahari, tuhan tolong tumbuhkan ketenangan pada ini negeri.
Hai waktu, lahirkanlah orang - orang bermutu, bukan dari perutmu lahir orang - orang palsu yang senang keingkaran, yang sering menolak kebenaran.
Ada apa dunia ini. Seolah kelahiran Dajjal kian dekat. Hingga kehidupan dunia lahsana hidup di hari kiamat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Wilayahnya Luas, Manusianya Kerdil"
Post a Comment