Kefanaan Dunia dan Kefanaan Hidup

Pancarkan jiwa akhiratmu saudaraku,
Meskipun tampak kakimu masih menancap kuat diatas bumi ini.
Bukakankah dunia ini adalah kesenangan yang memperdaya

Dunia itu laksana satu pelepah pisang
Disaat datang waktu hujan,
Apabila datang waktu ajal kematian,
Maka helaian duniapun kita tinggalkan.
Lantaran kita tak memerlukannya lagi,
Kita tiada menggunakannya lagi.
Siapa yang butuh dunia
Apabila maut telah datang menjemput saudaraku

Ramadhan datang mengajarkan kepada kita
Mengenai kefanaan hidup
Dalam jeratan makan minum maka kita bershaum.
Aku mengembara diatas dunia ini,
Menapaki bukit-bukit terjal pemikiran dan perenungan.
Dalam dzikir aku berkelana mencari rizkimu Tuhan.
Dari muda hingga tua aku kembara menjemput hidayahmu.

Didalam pengembaraan dunia,
Aku mencari butir-butir berlian hikmah tentang akhirat.
Sebelum tiba di titik maut.
Ketika datang ajal
Pintu kubur terbuka lebar untuk kita.
Alam kubur yang dingin, lembab dan sepi sunyi.

Sementara wajah kita yang cantik dan ganteng
Akan dimakan oleh ulat dan cacing tanah dan tersisa tengkorak saja.
Apalah arti 50, 60, 70, tahun hidup kita
Dibandingkan 50 ribu tahun yang hanya satu hari hitungan akhirat.

Telah sampai maqom apa Ramadhan kita saudaraku,
Ramadhan dunia atau ramadhan akhirat.

Dibacakan di kediaman Prof. DR. Hidayat Syarif
Jalan Cermei Bogor

Ramadhan 2013

0 Response to "Kefanaan Dunia dan Kefanaan Hidup"

Post a Comment