Dari
Ramadhan ke Ramadhan umurku bertambah,
Dari
tahun ke tahun usiaku terus berkurang,
Waktu
hidup telah terlewati,
Tapak
demi tapak bagain demi bagian
Episode
demi episode.
Sementara
orang-orang mulia
Para
pejuang yang tulus telah pergi
Satu
persatu kedalam baka,
Dengan
membawa segenap kebajikan
Segenap
kemuliaan segenap karya
Dan
akhlaknya kealam barzah.
Sebuah
alam yang dingin gelap
Penuh
misteri dan mistis
Sehingga
apabila seorang telah easuk kedalamnya
Tiada
dapat keluar lagi walau sesaat.
Dak
kita yang ditinggalkan kebingunan
Mencari
sosok suri tauladan.
Apakah
dia ulama wara mujahid
Atau
intelektual yang mencerahkan.
Maka
kita cari keteladan dalam diri sendiri.
Dari
Ramadhan ke Ramadahan,
Hati
kita bertanya apakah ini juga Ramadhan terakhir kita
Lalu
diri kita meninggalkan gemerlap dunia untuk semalanya.
Ya
Allah. Ya Ghofur.
Aku
datang membawa lumpur-lumpur dosa.
Berkenan
engkau memaafkan aku Rabbi
Allahumma
inna ‘afuan karim Tu hibbul ‘afwa fa’fu’anni
Allah
Tuhanku berapa waktu kiranya
Engkau
beri aku hidup Ya Rabbi
Ketika
umur kian bertambah tiada berapa waktu lagi ya allah..
Berkenan
Engkau jadikan timbangan amal kebaikan hamba
Lebih
berat dari segenap dosa selama hidup hamba ya Rabbi.
Disat
- saat tiba akhir Ramadahan,
Hamba
sedih bercampur letih
Sementara
langit-langit mengeluarkan kabut dan embun kebumi.
Sementara
bumi ini mengeluarkan air matanya
Kedalam
sungai-sungai dan danau Jernih.
Bagi
jiwa yang hidup,
Air
mata menetes ditepian sajadah dimalam-malam sunyi,
Mata
air jadi oase atas diri.
2013
0 Response to "Pengharapan Seorang Hamba Diujung-ujung Ramadhan"
Post a Comment