Telah
jauh kita berjalan dari Ramadhan Ke Ramadhan
Sementara
bumipun telah habis “ledek dan lidig”
Rasanya
kita telah injak-injak semuanya
Dari
bukit ke lembah, dari Asia, Eropa, Afrika,
Australia,
Makkah dan Madinah.
Tinggal
tidur di didalam liang lahat kubur saja
Yang
belum kita rasa.
Adakah
Ramadhan telah membuka cakrawala
Bagi
tiap-tiap hati dan jiwa
Waktu
demi waktu berlalu,
Hari
demi hari berjalan,
Apakah
ini Ramadhan terakhir kita
Untuk
berkumpul bercengkrama.
Atau
mungkin diantara kita ada yang hilang
Di Ramadhan
tahun depan
Lantaran
habisnya kotrak kehidupan. Wallahu ‘alam.
Dibacakan
dikediaman Prof Sholeh tahun 2012
0 Response to "Bulan Putih Ramadhan"
Post a Comment