Jika kau hanya mengharapkan dunia
Sungguh suatu hidup yang fatamorgana
Jika hidup syarat dengan rangkaian
Pertanyaan dan peristiwa
Sebagai andalannya
Adalah mimpi saja
Jika engkau hanya berkata pada tabir sore
Hingga kau lupa pagi petang dan kegelapan
Bahkan kau lupa usia senja menjelang
Adalah suara - suara jiwa
Yang tak pernah kau temukan
Sebagai kata tak bermakna
Lihatlah suatu sore
Di tempat peristirahatanmu
Yang abadi
Bangunlah ke-elokan ke-elokan hari
Hingga kau tak pernah lagi singgah
Di bumi yang fatamorgana ini
Jangan kau mengharapkan apa - apa
Dari perjuangan yang telah kau lakukan
Janganlah merubah kata
Yang kau tahu pada akhirnya tiada berubah
Bersebab kau jual akhirat dengan segenggam dunia
Maka jadikan Hidup
Yang kau genggam hari ini
Sebagai pengorbanan pajang tiada bertepi
Sebagai wasiat besar
Dari para Pejuang yang telah pergi
Jadikanlah Perjuangan hari ini
Menjadi catatan sejarah yang tak terlupakan
Hiasi hidupmu dengan pesona yang indah
Berjuang pada pagi - pagi
Berjuang pada siang hari
Yang kau rengkuh dengan sejuta rencana di sore hari
Tahukah kau arti sebuah peristiwa
Kau mengertikah arti sebuah derita
Kau renungkanlah para Pahlawan itu
Bersimbah darah di akhir kehidupan
Dan dia tiada meminta upah
Maka kau tatap dengan tajam
Para penguasa dan pengusaha
Borjuis itu berfoya - foya
Di atas derita jutaan rakyatnya
29 November 2004
0 Response to "Kepada Pejuang Yang Mengharapkan Dunia"
Post a Comment