Terjerembab Di Pangkuan Dunia

Tiba - tiba kita berada di jalan yang penuh dengan simpangan. Lalu kita berhenti dan diam. Kita tidak tahu harus berbuat apa dan berjalan ke arah mana. Dan sekejap itu iblis datang kepada kita, tentu dengan berbagai tipu muslihatnya. Ketika kita menganggap hidup itu amat berat dan kita tidak dapat berusaha untuk keluar dari kuatnya jeratan dan lilitan itu. Maka sontak kita berujar ; "Ya Allah, berat benar cobaan yang kau pakaikan kepadaku, hingga aku tak sanggup lagi mengangkat kepalaku sendiri".

Ketika kebusukan dan kemunafikan menguasai ini dunia. Pilihan kita ada dua, diam lalu berhenti atau kita jalan terus tak peduli.

Ingatlah saudara, jika kita masuh hidup. Bukankah besok kita akan mati. Janganlah terlalu risau dengan hidup, siapa tahu besok kau tiada lagi. Sabar dan tabahlah. Bukankah sepanjang waktu umur kita di atas dunia ini terus di akan di uji.

Ujian akan membentuk kita. Dengan ujian juga, kita akan tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Dengan ujian jalan yang berlumpur dan berbatu justru akan lebih terasa lezatnya jika kita menemui jalan yang berhotmix dan beraspal. Bukankah kecelakaan itu sering terjadi di jalan lurus bebas hambatan. Maka hati - hatilah dengan segala kesenangan, jika kau lupa nanti kau akan celaka.

Dan jika kau bertemu dengan simpangan hidup yang membingungkan. Diam dan berzikirlah lalu berfikir dan bertindaklah. Jangan sampai kau tertipu dengan dunia. Jangan sampai kau terjerembab karenanya.

"Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji kita, siapakah yang paling banyak amalnya di atas dunia"(Al-Qur'an)

0 Response to "Terjerembab Di Pangkuan Dunia"

Post a Comment