Tempat Curahan Hati Ummat

Pada tiap kali seseorang tiba di tepi Ka'bah, pasti ia terharu dan tak jarang mengeluarkan air mata. Lalu mengeluhkan segala asa di dada, merintih dan berdo'a. Mengharap sejuta rahmat tercurah dari Sang Maha Gagah, Allah Subhanahu Wata'ala.

Tiap kali seseorang memandangi Ka'bah, pasti dia akan berkata - kata baik terdengar ataupun tidak, atau sekedar menjadi suara hatinya saja. Pasti ia akan berbicara, seorah - olah ia hanya bicara empat mata saja, antara dirinya dan sang Ka'bah. Dan percakapan, pertemuan dan pertemanan dengan Ka'bah Baitullah itu, ia bawa hingga ke rumah. Hingga ketika ia tiba di negerinya, ia tidak akan pernah lupa, terkenang - kenang selamanya. Bahkan ia ingin kembali lagi dan ingin bertemu lagi.

Inilah yang di maksud dengan tempat curahan hati sanubari. Hati yang penuh sesak dengan segudang masalah, tiba - tiba di serahkan di muka Ka'bah. Dan Ka'bah menerima dengan hangat dan terbuka, sebesar dan sebanyak apapun masalah kita. Karena kita yakin, bahwa segala persoalan yang di keluhkan di muka Ka'bah pasti cepat di dengar oleh Sang Pemilik Rumah Suci itu.

Oleh karenanya, alangkah indah jika para alumni Mekkah, senantiasa bersedia menjadi tempat curahan hati ummat ketika ia kembali ke tanah airnya. Senantiasa ikut pula memikirkan nasib ummat, pendidikan ummat, perut ummat yang lapar. Pendeknya, para alumni Mekkah itu harusnya bersedia menjadi tambatan hati ummat dan pengikutnya. Ikut membahas problem dan ikut memikirkan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi ummat ini. Inilah prototip pemimpin sejati, yang amat dirindu dan ditunggu - tunggu serta kita cari - cari.

0 Response to "Tempat Curahan Hati Ummat"

Post a Comment