Urip Tanpo Palupi

Apakah makna Ramadhan bagimu saudaraku,
Ditengah hidup rakyat yang terjepit dengan beban berat.

Apakah engkau masih ingat saudaraku
Sebuah syair Ronggo Warsito Pujangga Kerajaan Mataram
Di tahun 1860-an abad ke 18.

“ Mangkya darajatining kawuryan suryaruri, keadaan negeri saat ini terlihat semakin merosot saja, rurah pang rehing ukara rusak karana tonpo palupi, tatanan dan aturan kisah tiada yang dapat dicontoh”

Saudaraku
Apa yang bisa kita contoh dari sifat Nabi-Nabi.
Bahkan kini sifat Nabi hanya tinggal tiga Saja
Yaitu Shiddiq, Tablig, dan Amanah
Karena Fathonah telah diambil KPK
Bumi gonjang-ganjing,
Langit kelap-kelip melihat dunia tanpa keindahan lagi.
Orang telah menjadi robot dan budak tanpa rohani,
Akhlak, cinta, dan keindahan.

Orang di akhir zaman telah berubah
Menjadi kromosom dan primata
Sebab yang ia kejar adalah kesenangan saja
Dan sangat berkesan bondo Bondo Bondo

Sedang memberi makanan atas hidup telah layu,
Lenyap entah kemana.
Barangkali ditelan cakrawala amblas ke perut bumi.
“saiki jamane jaman edan, yen ora edan ora keduman”
Seuntung-untunge wong edan masihlah lebih untung wong eling lan was podo.


Dan belajarlah pada sekolah Ramadhan saudaraku,
Sebagai bulan ilmu kehidupan
Yang pemiliknya bergelar orang alim
Yang pakaiannya adalah amal sholeh.


Dia menjadi cahaya agung bagi seluruh kebajikannya,
Dia menjadi penerang atas kegelepan dunia,
Dia menjadi cahaya atas hidup
Dan penghapus atas dosa dan kesalahan.
Menuju gerbang indah, gerbang pengampunan
Oh ramadhan
Aku madeg pandito

Dibacakan Di kediaman Prof.Rokhmin Dahuri, M.Sc
Di Villa Indah Pajajaran 2013

0 Response to "Urip Tanpo Palupi"

Post a Comment