Kata Mutiara

  1. Kebahagiaan hidup hanya dapat di raih jika kita berada dijalan yang benar
  2. Daya juang adalah modal utama meraih kehidupan
  3. Gelora hidup adalah gelora jiwa dari ketulusan hati dan segenap kebajikan didada
  4. Menunjukkan diri adalah berkarya yang terbaik selama kau hidup didunia
  5. Kebahagiaa sejati manakala kita mampu meringankan beban orang lain melayano dengan tulus dengan semangat persahabatan
  6. Daya juang yang tinggi pasti menghasilkan prestasi
  7. Bekerja dan bejuanglah untuk sautu cita-cita yang mulia itu seutama-utamanya hidup
  8. Semangat hiduplah yang menyebabkan kita dapat bertahan atas hidup yang berat
  9. Ketika awan mendung pekat selalu ada harapan bahwa esok hari pasti kan cerah
  10. Tunjukkan budi muliamu dengan tulus itulah wujud keagungan dirimu
  11. Peran besar kita akan segera digantikan oleh generasi muda maka siapkanlah mereka
  12. Berfikir dan berkaryalah bersebab kecintaanmu pada hidup, bukan bekerja bersebab mengejar materi atau kepopueran
  13. Orang akan tumbuh besar apabila sejak kecil ia telah bertabur dan tumbuh dengan cinta dan kasih sayang
  14. Tunjukkanlah budi muliamu dengan tulus itulah wujud keagungan pribadimu
  15. Orang besar berfikir akan memberi apa buat bangsa, orang kerdil berfikir apa yang bisa diambil dari negara ini
  16. Telah berapapun lama engkau jual dirimu bukan untuk apa-apa tetapi untuk sekedar oamer dan hura-hura
  17. Perjuangan hidup tidak boleh berhenti, ters bergerak dan berjuang sampai titik nafas penghabisan
  18. Apapun yang kau tanam akan memberi dampak untuk esok hari
  19. Kehidupan ibarat tumbuhnya sebuah  pohon , amat alami dan perlahan-lahan
  20. Jangan diam, berfikir bergerak dan berkaryalah biar dunia yang menilai kita
  21. Manakah yang kau inginkan, kemasyhuran atau kedamaian. Orang bijak tentu memilih yang kedua
  22. Orang pandai adalah orang yang senantiasa belajar dari kisah-kisah orang lain
  23. Kekayaan sejati adalah kesehatan bukannya emas atau perak
  24. Jagalah kesehatan dirimu, maka kau akan dapat segalanya
  25. Selagi nafas kita masih keluar masuk, jangan takut tak bahagia. Rejeki ada tuhan yang maha memberi
  26. Jiwamu kau simpan dimana, sehingga kau tak dapat melihat dunia yang indah ini
  27. Seharusnya, orang yang telah memiliki bekal pendidikan dan jaringan sosial yang baik memasuki usia 40 tahun dia sudah mapan
  28. Telah aku telusuri segala hisup, telah aku jalani segala pedih, tinggal kita menimbang-nimbang adakah telah kau dapatkan nkmat hikmah kehidupan
  29. Betapapun beratnya hidup haruslah kita jalani dengan sungguh-sungguh, didasari suatu kepercayaan ada Dia yang Maha mengawasi
  30. Debu yang amat halus tidak dapat tersapu dan itulah dosa kecil
  31. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menunjukkan kualitas dirinya
  32. Keluarga yang maju adalah keluarga yang mampu mengkader anak-anaknya
  33. Seorang yang maju adalah sosok yang pintar cerdas dan rendah hati.
  34. Daya saing tinggi jika tiap diri memaksimalkan bakat dan kemampuan didalam berkiprah
  35. Jadilah air, setets berguna, banyak apalagi
  36. Berbagi kecedasan adalah amal shaleh jika berawal dari ketulusan
  37. Sebuah pohon indah karena daun-daun yang bersusun secara simetris pada batang dan dahan yang indah
  38. Posisi manapun bertanya hidup jalani dengan bahagia dan gembira sambil terus menerus mencari jalan keluarnya
  39. Suatu hal yang nampak kecil tetapi dilakukan dengan cita-cita besar maka akan istimewa pada akhirnya
  40. Perjuangan yang agung adalah membuat tiap-tiap anggota keluarga yang kita pimpin dapat mandiri dan berdaya
  41. Bukan hidup sembarang hidup, hidup yang penuh nilai dan makna
  42. Jiwa yang suci dan kasih amat mudah menerima ilmu dan nasehat hidup
  43. Orang tidak pernah akan puas jika tak memiliki jiwa qonaah didalam jiwa
  44. Bertambah harta bertambah pula masalh dan itulah hidup
  45. Jangan berani hidup jika tak sabar menjalaninya

Biarlah

Biarlah badan ini disini,
Asalkan hati dan jiwa kita di Mekkah dan Madinah.
Biarlah badan kita hidup di zaman yang penuh fitnah,
Marabahaya dan cobaan,
Asalkan hati dan jiwa kita mengembara
Didalam relung-relung misi para Nabi.

Biarlah diri kita hidup ke dunia banyak berpuasa,
Puasa lapar, puasa tak dapat jabatan,
Puasa prihatin, puasa ketika roda terus dibawah.  
Tetapi puasa tak selamanya puasa pasti ada waktunya saat berbuka.

Maka, berbukalah dengan penuh kearifan,
Kebijakan, dan kehati-hatian.  
Jangan sampai ketika engkau sedang berbuka
Sesungguhnya engkau kena kaktus ditengah jalan.



Tetapi peta usiapun kian dimakan waktu
Dan engkau pun tak lagi berdaya.
Sementara kaktus – kaktus itupun selalu merajalela.

Ya Allah 

Saudaraku, anak, cucu hidupkan dekat dengan hidayah-Mu

Hidup

Hidup sebagai garis lurus berangka seratus.
Setiap tahun yang kita lalui adalah angka hidup yang kita pijak.
Hidup sebagai antrian ke lubang kubur setiap saat.
Kita yang berjalan akhirnya menjadi satu
Dalam lubang yang bernama kuburan.

Kemana itu dulu, ketampanan dan kecantikanmu.
Sudah remuk dimakan oleh masa.
Kemana itu kegagahan dan keelokan tubuhmu.
Sudah rebah kini dipersemayaman-persemayaman
Beku, didalam gundukan-gundukan tanah.
Lebur bersama bakteri pengurai, ulat-ulat dan cacing-cacing.

Kemana itu Ruhmu, ke ‘illiyin atau ke sijjin ?
Hanya amal baik yang Shaleh yang dapat menjadi jembatannya.
Atau amal buruk yang kau pegang.



Hidup adalah perjalanan waktu
Yang tertulis pada angka-angka 20, 30, 40, 50, 60 atau 70.
Diangka mana kini engkau berada??


2010

Pengharapan Seorang Hamba Diujung-ujung Ramadhan

Dari Ramadhan ke Ramadhan umurku bertambah,
Dari tahun ke tahun usiaku terus berkurang,
Waktu hidup telah terlewati,
Tapak demi tapak bagain demi bagian
Episode demi episode.

Sementara orang-orang mulia
Para pejuang yang tulus telah pergi
Satu persatu kedalam baka,
Dengan membawa segenap kebajikan
Segenap kemuliaan segenap karya
Dan akhlaknya kealam barzah.

Sebuah alam yang dingin gelap
Penuh misteri dan mistis
Sehingga apabila seorang telah easuk kedalamnya
Tiada dapat keluar lagi walau sesaat.


Dak kita yang ditinggalkan kebingunan
Mencari sosok suri tauladan.
Apakah dia ulama wara mujahid
Atau intelektual yang mencerahkan.
Maka kita cari keteladan dalam diri sendiri.

Dari Ramadhan ke Ramadahan,  
Hati kita bertanya apakah ini juga Ramadhan terakhir kita
Lalu diri kita meninggalkan gemerlap dunia untuk semalanya.

Ya Allah. Ya Ghofur.
Aku datang membawa lumpur-lumpur dosa.
Berkenan engkau memaafkan aku Rabbi
Allahumma inna ‘afuan karim Tu hibbul ‘afwa fa’fu’anni

Allah Tuhanku berapa waktu kiranya
Engkau beri aku hidup Ya Rabbi
Ketika umur kian bertambah tiada berapa waktu lagi ya allah..
Berkenan Engkau jadikan timbangan amal kebaikan hamba
Lebih berat dari segenap dosa selama hidup hamba ya Rabbi.
Disat - saat tiba akhir Ramadahan,
Hamba sedih bercampur letih
Sementara langit-langit mengeluarkan kabut dan embun kebumi.
Sementara bumi ini mengeluarkan air matanya
Kedalam sungai-sungai dan danau Jernih.
Bagi jiwa yang hidup,
Air mata menetes ditepian sajadah dimalam-malam sunyi,
Mata air jadi oase atas diri.


2013

Bertadabbur Kepada Hidup

Dihari-hari i’tikaf ini
Hamba mengenang kembali perjalanan panjang kehidupan
Hamba sendiri.

Dari Ramadhan ke Ramadhan
Hamba malu untuk menghitungnya
Bersebab kesalahan lebih banyak
Dari pada nikmat hidup yang telah begitu banyak
Engkau beri ya Robbi.

Ya Allah.
Sungguh bersyukur hamba
Engkau takdirkan menjadi orang beriman
Ditengah begitu banyak orang tak tau jalan pulang.


Ya Allah 
Hari-hari  i’tikaf engkau gelar
Untuk merenung sejenak tentang nikmat-nikmat hidup.
Nikmat bernafas. Nikmat memandang.
Nikmat berjalan, nikmat berbicara,
Nikmat memegang dan menggenggam
Sunggung alangkah besar nikmat dan karunia-Mu ya Rabbi..

Hari-hari i’tikaf adalah merenungi hidup,
Merenungi segala kejadian,
Merenungi dunia yang makin tua
Merenungi hidup di kahir zaman,
Merenungi dunia yang penuh dengan segala problematika.

Ya Allah
Ini hamba yang fakir di malam-malam akhir Ramadhan,
Berdo’a didalam perenungan tentang hakikat hidup dan kehidupan.
Ya Allah
Berkenan engkau jadikan liang kubur hamba
Laksana ruang-ruang masjid tempat hamba beribadah dialam dunia.
Tenang, terang, penuh kelapangan
Dan jangan engkau jadikan lubang kubur kami ya Rabbi
Kuburan yang sesat penuh siksa dalam gelap pengap
Sempit seperti penjara.

I’tikaf hidup menyenangkan hamba pada karya dzikir dan do’a.
I’tikaf mati hamba terlentang sambil sedekap
Ditempat sepi gelap dan sunyi,
Sungguh tadabur hidup di hari-hari i’tikaf
Mengingatkan hamba pada jalan panjang kematian.

Di dalam i’tikaf hamba membanyangkan jasad hamba sendiri
Terkubur terbenam dan menyatu kembali kedalam tanah.
Dan terlihatlah segala amalan kita,
Amal baik berupa cahaya terang nan wangi
Atau amal buruk didalam kegelapan dan kebusukan

Ya Allah
Berkenan engkau maafkan hamba,
Engkau beri kasih sayang hamba. Wala aqwa ‘ala naril jahimi.


Dibacakan di kediaman Prof. Bunasor Sanim

Sejak Indonesia Prihatin Jelang Kemerdekan

Telah 66 tahun mengisi kemerdekaan,
Tapi 36 juta orang tenggelam dibawah garis kemiskinan.
36 juta rakyat megap-megap kehidupannya.
Laksana ikan di air kolam panas.

Telah 66 tahun kemerdekaan,
Tetapi si edon si marwan  dan si codet
Tetap menjadi tukang angon bergaji seribu rupiah sehari.

Telah 66 tahun merdeka hutan jawa tinggal 9% saja.
Pantas banjir tak pernah terkendali

Telah 66 tahun sebuah negeri yang diatas tanahnya
Penuh kesuburan.
66 bunga-bunga musim semi berguguran.
66 bunga musim gugur layu pucat pasi tak ada harapan.
66 pejuang kemerdekaan tinggal 1 dan 2 gelintir saja
Itupun jarang ada yang memperhatikan.
66 tahun merdeka negeri-negeri jadi syurga para koruptor.
Maria Paulin korupsi 1,7 triliun dan kabur kebelanda.
Marimur sinivayan 200 M dan kabur ke kampungnya di India.
“Nehi-Nehi”

Seolah-olah bangsaku lahir dan tumbuh tak pernah normal
Terus menerus digrogoti kangker koreng dan borok
Sebagian badan negeriku.
Siapa yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit itu saudaraku.

Satrio Piningit ?!
Nyi Roro Kidul ?!
Imam Mahdi ?!
Jokowi, Prabowo, atau bung Rhoma.
Merdeka bagi Pejabat adalah upacara jas dan dasi
Sedang bagi rakyat adalah kebuTuhan pokok beras dan nasi.

Dibawah tanahnya penuh tambang,
Diatas buminya matahari 12 jam bersinar
Sebagai sumber energi tetapi rakyat jelata tetap miskin
Beralas sandal jepit butut l
Lain sebelah berwarna hijau dan merah.

Telah lebih 66 tahun presiden telah ganti 6 kali,
Ada yang mabuk wanita,
Ada yang mabuk harta,
Ada yang gila teknologi,
Ada yang gila pencitraan maskulin tidak Feminim tidak.

Djoko S. Tjandra 546 M Kabur ke Papua New gunea.
Adelin Lis Lari ke Cina.
Sumadikun Hartono mabur ke Singapura.
Eddu Tansi 1,7 T. Dewi tan Tutar 3,11 Triliun.
Anggoro wijoyo 180 M.
Syamsul Nursalin BLBI 10,09 T “mantog” entah kemana.

Inilah para penghisap darah rakyat.
Inilah penghisap otak dan kepala rakyat
Masa depan anak-anak penerus tanah air kita.

Apakah cita-cita rakyat
Agar cukup sandang pangan, papan, sekolah gratis,
Sakit tidak bayar, biar mati dikubur tenang.

Cuma jadi impian setelah 66 kemerdekaan
Atau keinginan itu hanya impian
Sambil bermimpi memeluk rembulan.

Oh Aku tak tahan
Oh tanah airku Indonesia Raya


2010

Munajat Seorang Hamaba

Ya Allah
Berkenankah engkau beri hidup kami
Kepada hidup yang indah dunia-akhirat.

Ya Allah
Berkenankah engkau lapangkan kehidupan kami
Dalam sa’idu fiddunya wal akhirat.

Ya Allah.
Saat ini kami berjalan mengembara
Dan berkelana diatas bumi-Mu.
Hamba mohon segala ridho-Mu
Disertai segenap ampunan dari engkau ya Rabbi
Ya dzul Jalali wal Ikrom


Ya Allah.
Sang penguasa segenap alam raya,
Pemelihara segala mayapada yang tiada ada batasnya.
Atas segala keagungan-Mu,
Atas segala Kuasa-Mu hamba bermunajat pada pagi dan petang.
Mohon berkenan engkau terima ruh kami
Apabila hamba mati,
Didalam ruh orang-orang agung yang engkau terima
Yaitu ruh Khusnul Khotimah.

Ya Allah.
Dengan segenap kerinduan
Hamba ingin berjumpa Rasul dan Junjungan-junjungan kami.
Ingin pula hamba yang hina ini
Berjumpa engkau ya Rabbi Sang pemilik segalanya.
Dan berkenankah engkau masukkan hamba
Kedalam golongan orang-orang yang sholeh ya Rabbi


2011

Kebaikan Allah SWT

Allah Maha perkasa.
Dia telah memberikan cahaya matahari
Guna menerangi alam raya ini.
Allah memberi oksigen di atmosfir bumi
Untuk menghidupi miliaran makhluk.
Allah memberi pula kepada manusia,
Manusia-manusia teladan berupa nabi-nabi
Dan menetupnya dengan seorang nabi agung.

Nabi besar Muhammad SAW
Yang akhlak dan budinya tak ada yang mampu menandinginya.
Dia dikagumi, dihormati kawan ataupun lawan.
Bahkan kaisar Herakliuspun meneteskan air mata
Disaat kepergiannya.


Allah menurunkan kitab-kitab suci dari langit
Berupa firman-firman
Agar segenap manusia dapat terbimbing
Dan mendapatkan petunjuk
Atas suatu jalan berat penuh liku
Dan atas segala tantangan diatas dunia ini.

Iqra bismi rabbika ladzi kholaq.
Baca Bacalah dengan nama Tuhan-Mu yang menciptakan.
Iqra wa Rabuukal Akram,
Alladzi ‘allama bil qolam,
‘allamal insanu ma lam ya’lam
Bacalah dengan nama Tuhan-Mu yang maha mulia,
Yang telah mengajarkan manusia dengan pena,
Dan mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahui.

Allah turunkan sebuah kitab agung
Kepada Nabi agung penuh cahaya
Dialah Al-Qur’an
Sebagai pedoman
Untuk kita dapat selamat
Hidup dunia Akhirat


2011

Sebuah Do’a Di Ujung Ramadhan

Tuhan
Berapa lama lagi aku akan engkau takdirkan
Hidup diatas dunia ini.
Hingga bingar dunia sungguh menyilaukan pendangan mata.

Tuhan
Berkenankah engkau beri siraman kesenangan
Atas segenap tahap akhir di kehidupanku ini.
Tuhan
Ridhomu aku harapkan,
Allahhumma inna nas aluka ridhika wal jannah,
Ya allah Aku memohon kepadamu pada keridhianmu dan surgamu
Sebuah tempat dimana tiada terdengar
Perkataan kotor dan sia-sia.
Tempat yang tiada kamus kata iri dan dengki.

Sementara di syurga nan indah
Air jernih senantiasa mengalir sperti air susu,
Air madu, air arak yang tidak memabukkan
Dan tiada terhalang untuk meminumnya.

Segenap bidadari bermata jeli yang cantik jelita siap melayani.
Dan bagi si penggemar shaum
Disiapkan gerbang khusus dipintu syurga.
Bernama gerbang Rayyan
Yang apabila para ahlu shaum telah semua masuk
Maka tertutuplah gerbang Arrayan untuk selamanya.
Betapa indah syurga, sungguh betapa sesaat nikmat dunia


2010

PETUAH-PETUAH BUYA HAMKA “Mereguk Hikmah”

1.     Bahagia engkau kawanku
Apabila telah sampai apa yang dituju

2.     Mengapa engkau menangis
Bukankah engkau girang
Kuatkan hatimu
Lulur tangismu
Ambil kembali penamu

3.     Hidup yang dijalani si Amat
Tidak dapat dipindahkan menjadi hidup yang dijalani si Ali
Dan hidup yang dijalani si Ali
Tidak dapat dipindahkan kepada si Amat

4.     Kebenaran itu menang terus
Tidak pernah kalah

5.     Teruskan perjuangan, tetapi jangan disesali
Apa yang didapati belum memuaskan

6.     Bukit tinggi boleh didaki
Lurah dalam berkala-kala
Penat kaki boleh berhenti
Berat beban siapa bawa

7.     Orang padang mandi ke gurun
Mandi berliman buah pala
Hari petang matahari turun
Dagang berurai air mata

8.     Pantun itu membentuk budi
Memperkaya bahasa dan memperhalus rasa

9.     Mulut tabuh bisa disumbat
Mulut manusia tidak 

10.            Dimana-mana hendaklah kebenaran tetap ditegakkan


11.            Janganlah engkau banyak bertanya
Apakah sebab jadi begini
Sama kehendak dari TuhanMu
Didalam takdir sudahlah tentu

12.            Ketahuilah olehmu bahwa selama kita masih hidup
Kita senantiasa akan mendapat ujian
Dengan yang baik atau yang jahat
Dengan kemudahan ataupun kesulitan

13.            Barangsiapa  yang lari dari medan perjuangan
Tidaklah dia akan terlepas dari apa yang ditakdirkan Tuhan

14.            Kemana kita akan lari ?
Padahal disetiap sudut dari kehidupan
Takdir Ilahi senantiasa menunggu kita

15.            Memegang dan mempertahankan pendirian dan keyakinan
Tidaklah selalu membawa bahaya
Bahkan asal kita tetap tawakal kepada Tuhan
Bukan bahaya yang akan menimpa tetapi mungkin menguntungkan
Janganlah hanya mengingat bahaya tetapi ingat pula akan keuntungan itu

16.            Walaupun tuan – tuan Raja sekalipun
Janganlah tuan – tuan hendak memegahkan  diri dihadapan Allah SWT.
Janganlah tuan – tuan takabur sesama makhluk
Dari tanah asal tuan-tuan dan ke dalam tanah tuan – tuan akan kembali

17.            Janganlah yang merasa kuat
Hendak selalu menindas kepada yang lemah
Walaupun cacing itu sangat lemah
Kalau dia dipijak, dia mesti menggeleong juga

18.            Imam yang sejati, tidak ada tempatnya takut melainkan Allah
Walaupun disana ada pedang yang tajam, disini menunggu leher yang genting

19.            Tetaplah menegakkan agama Islam
Berpeganglah teguh dengan Qur’an dan sunnah

20.            Pikir pelita hati, janji padang kata-kata

21.            Selama nyawa masih di kandung badan
Dan di bumi yang mana juapun
Saya akan tetap berjuang menegakkan agama

22.            Ayat Tuhan adalah kebenaran
Yang siapa saja pun harus tunduk
Walaupun ada pangkat yang dijabatnya

23.            Kematian adalah menurut adres yang telah diatur lebih dahulu
Walaupun kemana kita melarikan diri
Kalau adres tepat kepada diri kita tidaklah dapat kita elakkan
Tetapi kalau adres bukan kepada kita
Walaupun jatuh didekat kita
Belumlah kita akan mati

24.            Jangan terlalu mewah
Kalau hidup pemimpin terlalu mewah
Segan rakyat mendekati

25.            Dimana saja manusia akan mati
Tidak ada kelebihan dan keutamaan
Mati di kampung atau mati di rantau
Yang penting adalah suatu perkara
Yaitu adalah tempat-tempat kita dikuburkan itu
Sudi menerima kita karena kita yang shaleh

26.            Bukit tinggi boleh didaki
Lurah dalam berkala-kala
Penat kaki boleh berhenti
Berat beban siapa membawa

27.            Berani karena benar
Takut karena salah

28.            Hendaklah engkau menolong orang yang sengsara

29.            Akan selamatlah suatu bangsa
Kalau orangtuanya dan guru-guru mengenal jiwa anak-anak

30.            Senantiasa yang mendorong untuk maju
Ialah bakat percaya kepada diri sendiri

31.            Bebankulah sarat
Tetapi cinta negara lebih berat
Biar kaki tinggal sekerat
Aku lanjutkan juga biar larat

32.            Hidup itu tidaklah lama, jika diingat sebelum kita lahir
Dunia telah berusia miliar tahun dan jika mati,
Dunia akan tinggal miliar tahun pula
Nilai hidup yang hanya sekejap itu
Haruslah kita sendiri yang mengisinya

33.            Bila engkau masuk ke dalam tepat yang bukan tempatmu
Engkau kelak akan keluar kembali dengan penuh rasa sesal
Sedang umur yang dilalui tidak dapat dipulangkan lagi

34.            Perluas dadamu, perlapang hatimu, pandang alam dari segala seginya
Engkau ulurkan kedalam hatimu apa yang dirasai orang lain
dan Engkau tambahkan ilmumu
Di waktu seperti itu akan berfaedah agamamu
Bagi dirimu dan bagi orang lain
Di waktu semacam itu Engkau bercahaya dan memberi cahaya

35.            Kebebasan bukanlah karena keturunan
Kebesaran bukanlah karena ilmu
Meskipun keturunan dan ilmu boleh menjadi alat

36.            Untuk menempuh kebesaran
Kebesaran adalah kesanggupan seseorang mengetahui kesulitan zamannya

37.            Cita terletak di puncak gunung
Jalan ke gunung berlurah berbukit di tengah sawah
Jangan termenung lanjutkan juga betapapun sulit

38.            Kalau harga gadis-gadis itu telah murah
Dan dia telah menonjolkan dirinya
Keindahan syair percintaan merosotlah
Perlu apa khayal-hayalan, membuang waktu
Padahal mendapatkannya tiada sukar

39.            Walaupun musnah harta benda
Harga diri janganlah jatuh

40.            Hanya dua tempat bertanya
Pertama Tuhan
Kedua hati sendiri



41.            Jika hartamu sudah tak ada
Belum engkau bernama rugi
Jika berani tak ada lagi
Separuh kekayaan porak poranda

42.            Jikalau jatuh martabat diri
Musnah segala apa yang ada

43.            Jikalau dasar budimu culas
Tidaklah berubah karena pangkat
Bertambah tinggi jenjang ditingkat
Perangai asal bertambah jelas

44.            Hanya sekali singgah ke alam
Sesudah mati tak balik lagi
Setelah tidur di kubur kelam
Baru orang tahu siapa diri

45.            Apalah gunanya di dalam mengamalkan suatu perbuatan yang dirasa suci
Meminta orang lain supaya memperhatikan

46.            Pergerakan yang mengabaikan rumah tangga
Tak ubahnya dengan menghasta kain sarung
berputar-putar tetapi disana kesana juga.
Kembalilah kerumah, perbaiki rumah tangga

47.            Apabila suatu ilmu hendak dituntut
Hendaklah dimulai dari pangkalnya
Supaya sampai dengan teratur kepada akhirnya

48.            Jangan lupa menyimpan buku catatan
Buah renungan yang tiba-tiba
Dan ilham yang menjelma bedah ingatan yang tidak disangka
Sungguh sangat mahal harganya
Sukar dapatnya, lekas-lekaslah tangkap dan tulis dibuku catatan
Melalaikan barang demikian adalah kerugian yang paling besar

49.            Kesabaran dan ketetapan hati itu yang amat perlu dalam perjuangan menuntut ilmu

50.            Meskipun telah pandai, telah pintar dan otak terang
Janganlah berfikir hendak mengalahkan guru



51.            Tanda gading ialah retak
Tanda manusia ialah terdapat kesalahan padanya
Jangan malu bertanya di waktu ragu

52.            Halaman dan pekarangan sekolah adalah tempat melatih budi

53.            Karena akal budi adalah laksana berlian yang baru keluar dari tambang
Masih kotor dan belum berkilat
Adalah guru yang menjadi tukang gosok dan membersihkannya
Sehingga menjadi berlian yang berharga

54.            Guru-guru yang oleh segala agama diwajibkan menghormatinya
Karena dialah tiang sebenarnya dari bangunan suatu bangsa

55.            Kalau adalah di dunia ini suatu pengorbanan
Kejujuran dan kelapangan hati
Satu diantaranya adalah pekerjaan guru
56.            Kalau aku telah sanggup menyelidiki diri sendiri
Tandanya aku tidak dibentuk oleh adabku sendiri

57.            Bersikaplah terus terang dan jujur

58.            Janganlah menunjukkan sembarang ilmu atau adab
Kalau tidak pada tempat dan waktunya
Supaya tidak menjemukkan

59.            Memberi pengajaran sopan santun hendaklah
Dilakukan dengan keadaan dan tingkatan murid dan otak anak

60.            Biasakan duduk sendiri, bermenung dan tafakur











61.            Jangan terlalu ingin menjadi yang terkemuka

62.            Kalau engkau dimuliakan orang,
Hendaklah rendahkan diri

63.            Jangan lekas marah
Hendaklah hormati diri sendiri

64.            Siapa yang dapat menahan marahnya
Dia akan dapat kemuliaan yang banyak

65.            Jangan duduk bersama orang yang suka berbicara cabul

66.            Kalau iman orang tua sendiri lemah
Anaknya diserahkan kepada sekolah
Sementara di sekolah hanya pengajaran, bukan pendidikan
Kalaupun ada pendidikan, hanyalah pendidikan yang salah
Pendidikan yang menghilangkan pribadi

67.            Hidup itu tidaklah akan berarti
Kalau tidak dengan gerak, usaha kerja, takbir dan baik kelakuan
Supaya tercapai ilmu, rizki, kesenangan pikiran dan kemuliaan

68.            Berani hidup jauh mulia dari berani mati
Agar jangan menyerah saja kepada orang lain

69.            Hujan emas di negeri orang
Hujan batu di negeri sendiri
Namun negeri sendiri teringat jua

70.            Cinta tanah air adalah perasaan halus dan dalam dihati manusia
Bahkan cinta tanah air itu timbul dari iman yang sejati







71.            Cinta tanah air menimbulkan riwayat-riwayat besar
Menimbulkan pikiran-pikiran mulia dan syair yang indah-indah

72.            Cinta sejati tidak meminta balas jasa

73.            Didalam mencintai tanah air
Salahlah kalau orang meminta balas jasa
Sebab tanah air yang berjasa kepada kita
Bukan kita yang berjasa kepadanya
Bukankah diatas persadanya kita telah dianugerahi hidup ?!

74.            Bila cinta tanah air telah mendalam
Meski dalam kepapaan dan penderitaan, badan berasa dalam syurga juga
Hanya dapat dirasakan, tidak dapat dikatakan
75.            Umur sebutan itu lebih panjang daripada umur manusia
Umur batu nisan lebih panjang dari umur badan

76.            Hidup bukanlah buat berpesta atau meratap
Hidup adalah buat bekerja
77.            Manusia tidak mendapat haisl daripada cucur keringat orang lain
Tapi dari cucur keringatnya sendiri

78.            Agama adalah penuntun akal
Memberi petunjuk jalan yang lurus
Agama jadi pimpinan untuk mencapai kenaikan tingkat akal

79.            Berfikir satu saat, lebih besar harganya dari beribadat satu tahun

80.            Yang bernama hidup bukanlah nafas yang turun – naik
Karena tidak sedikit orang yang nafasnya turun – naik
Tetapi dia mati
Dan tidak sedikit orang yang nafasnya sudah berhenti turun – naik
Tetapi masih hidup lantaran akalnya





81.            Kitab ajaran Allah ada dua
Pertama kitab yang tertulis
Kedua yaitu alam yang terbentang dihadapan kita
Yang dapat kita baca dengan tenang, ketika pikiran bersih
Disana banyak sekali pelajaran-pelajaran yang ajaib

82.            Dengan akal pikira itulah mencari Tuhan

83.            Seorang manusia mempunyai kesempatan surut
Kepada kebenaran didalam masa yang pendek
Yakni jika keturunan yang datang dibelakang
Mengambil iktisar dari nenek moyangnya yang dahulu

84.            Kesalahan kehidupan modern sekarang ini
Ialah karena terpisahnya antara kebendaan dengan kejiwaan
Ilmu sudah sangat maju, tetapi tidak dikenal lagi kemana tujuannya

85.            Supaya dunia ini senantiasa menuju kepada kesempurnaan
Hendaklah segala kebendaan disertai hidup kejiwaan

86.            Ketika berjuang memajukan hidup lahir dengan perniagaan pengembaraan
Jika terdengar seruan Tuhan segera datang kesana

87.            Menguatkan rohani dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan kehidupan akhirat
Tidak berarti meninggalkan dunia, tetapi memberi tuntunan

88.            Orang boleh jadi presiden, jurnalis, politisi, pengusaha
Penyelidik berbagai ilmu, jadi tani atau tukang rumput
Tetapi hadapkan itu semua mencari ridho Allah SWT

89.            Apalah arti hidupku dan hidup tuan sebagai manusia
Atau sebagai bangsa kalau tidak ada cita-cita besar

90.            Apalah arti hidup yang kurang dari sekejap mata ini
sebelum kita lahir, umur dunia telah beribu tahun
Dan kalau kita mati duniapun akan tinggal beribu-ribu tahun lagi
Kecuali memasukan pikiran-pikiran besar kepada dunia



91.            Ketika buku yang saya baca baru lima buah
Saya cepat sekali menyimpulkan satu hal mengenai agama dan emosi
Tapi ketika buku yang saya baca lima puluh
Saya menjadi lebih paham dan tidak merasa perlu bersikap seperti itu


Disarikan Dari Buku Karya - Karya Buya Hamka

1.    Ayahku
2.    Kenangan – Kenangan Hidup
3.    Lembaga Hidup
4.    Majalah Bulanan Hidayatullah