- Kebahagiaan hidup hanya dapat di raih jika kita berada dijalan yang benar
- Daya juang adalah modal utama meraih kehidupan
- Gelora hidup adalah gelora jiwa dari ketulusan hati dan segenap kebajikan didada
- Menunjukkan diri adalah berkarya yang terbaik selama kau hidup didunia
- Kebahagiaa sejati manakala kita mampu meringankan beban orang lain melayano dengan tulus dengan semangat persahabatan
- Daya juang yang tinggi pasti menghasilkan prestasi
- Bekerja dan bejuanglah untuk sautu cita-cita yang mulia itu seutama-utamanya hidup
- Semangat hiduplah yang menyebabkan kita dapat bertahan atas hidup yang berat
- Ketika awan mendung pekat selalu ada harapan bahwa esok hari pasti kan cerah
- Tunjukkan budi muliamu dengan tulus itulah wujud keagungan dirimu
- Peran besar kita akan segera digantikan oleh generasi muda maka siapkanlah mereka
- Berfikir dan berkaryalah bersebab kecintaanmu pada hidup, bukan bekerja bersebab mengejar materi atau kepopueran
- Orang akan tumbuh besar apabila sejak kecil ia telah bertabur dan tumbuh dengan cinta dan kasih sayang
- Tunjukkanlah budi muliamu dengan tulus itulah wujud keagungan pribadimu
- Orang besar berfikir akan memberi apa buat bangsa, orang kerdil berfikir apa yang bisa diambil dari negara ini
- Telah berapapun lama engkau jual dirimu bukan untuk apa-apa tetapi untuk sekedar oamer dan hura-hura
- Perjuangan hidup tidak boleh berhenti, ters bergerak dan berjuang sampai titik nafas penghabisan
- Apapun yang kau tanam akan memberi dampak untuk esok hari
- Kehidupan ibarat tumbuhnya sebuah pohon , amat alami dan perlahan-lahan
- Jangan diam, berfikir bergerak dan berkaryalah biar dunia yang menilai kita
- Manakah yang kau inginkan, kemasyhuran atau kedamaian. Orang bijak tentu memilih yang kedua
- Orang pandai adalah orang yang senantiasa belajar dari kisah-kisah orang lain
- Kekayaan sejati adalah kesehatan bukannya emas atau perak
- Jagalah kesehatan dirimu, maka kau akan dapat segalanya
- Selagi nafas kita masih keluar masuk, jangan takut tak bahagia. Rejeki ada tuhan yang maha memberi
- Jiwamu kau simpan dimana, sehingga kau tak dapat melihat dunia yang indah ini
- Seharusnya, orang yang telah memiliki bekal pendidikan dan jaringan sosial yang baik memasuki usia 40 tahun dia sudah mapan
- Telah aku telusuri segala hisup, telah aku jalani segala pedih, tinggal kita menimbang-nimbang adakah telah kau dapatkan nkmat hikmah kehidupan
- Betapapun beratnya hidup haruslah kita jalani dengan sungguh-sungguh, didasari suatu kepercayaan ada Dia yang Maha mengawasi
- Debu yang amat halus tidak dapat tersapu dan itulah dosa kecil
- Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menunjukkan kualitas dirinya
- Keluarga yang maju adalah keluarga yang mampu mengkader anak-anaknya
- Seorang yang maju adalah sosok yang pintar cerdas dan rendah hati.
- Daya saing tinggi jika tiap diri memaksimalkan bakat dan kemampuan didalam berkiprah
- Jadilah air, setets berguna, banyak apalagi
- Berbagi kecedasan adalah amal shaleh jika berawal dari ketulusan
- Sebuah pohon indah karena daun-daun yang bersusun secara simetris pada batang dan dahan yang indah
- Posisi manapun bertanya hidup jalani dengan bahagia dan gembira sambil terus menerus mencari jalan keluarnya
- Suatu hal yang nampak kecil tetapi dilakukan dengan cita-cita besar maka akan istimewa pada akhirnya
- Perjuangan yang agung adalah membuat tiap-tiap anggota keluarga yang kita pimpin dapat mandiri dan berdaya
- Bukan hidup sembarang hidup, hidup yang penuh nilai dan makna
- Jiwa yang suci dan kasih amat mudah menerima ilmu dan nasehat hidup
- Orang tidak pernah akan puas jika tak memiliki jiwa qonaah didalam jiwa
- Bertambah harta bertambah pula masalh dan itulah hidup
- Jangan berani hidup jika tak sabar menjalaninya
Home » Archive for June 2015
Kata Mutiara
Biarlah
Biarlah
badan ini disini,
Asalkan
hati dan jiwa kita di Mekkah dan Madinah.
Biarlah
badan kita hidup di zaman yang penuh fitnah,
Marabahaya
dan cobaan,
Asalkan
hati dan jiwa kita mengembara
Didalam
relung-relung misi para Nabi.
Biarlah
diri kita hidup ke dunia banyak berpuasa,
Puasa
lapar, puasa tak dapat jabatan,
Puasa
prihatin, puasa ketika roda terus dibawah.
Tetapi
puasa tak selamanya puasa pasti ada waktunya saat berbuka.
Maka,
berbukalah dengan penuh kearifan,
Kebijakan,
dan kehati-hatian.
Jangan
sampai ketika engkau sedang berbuka
Sesungguhnya
engkau kena kaktus ditengah jalan.
Tetapi
peta usiapun kian dimakan waktu
Dan
engkau pun tak lagi berdaya.
Sementara
kaktus – kaktus itupun selalu merajalela.
Ya
Allah
Saudaraku,
anak, cucu hidupkan dekat dengan hidayah-Mu
Hidup
Hidup
sebagai garis lurus berangka seratus.
Setiap
tahun yang kita lalui adalah angka hidup yang kita pijak.
Hidup
sebagai antrian ke lubang kubur setiap saat.
Kita
yang berjalan akhirnya menjadi satu
Dalam
lubang yang bernama kuburan.
Kemana
itu dulu, ketampanan dan kecantikanmu.
Sudah
remuk dimakan oleh masa.
Kemana
itu kegagahan dan keelokan tubuhmu.
Sudah
rebah kini dipersemayaman-persemayaman
Beku,
didalam gundukan-gundukan tanah.
Lebur
bersama bakteri pengurai, ulat-ulat dan cacing-cacing.
Kemana
itu Ruhmu, ke ‘illiyin atau ke sijjin ?
Hanya
amal baik yang Shaleh yang dapat menjadi jembatannya.
Atau
amal buruk yang kau pegang.
Hidup
adalah perjalanan waktu
Yang
tertulis pada angka-angka 20, 30, 40, 50, 60 atau 70.
Diangka
mana kini engkau berada??
2010
Pengharapan Seorang Hamba Diujung-ujung Ramadhan
Dari
Ramadhan ke Ramadhan umurku bertambah,
Dari
tahun ke tahun usiaku terus berkurang,
Waktu
hidup telah terlewati,
Tapak
demi tapak bagain demi bagian
Episode
demi episode.
Sementara
orang-orang mulia
Para
pejuang yang tulus telah pergi
Satu
persatu kedalam baka,
Dengan
membawa segenap kebajikan
Segenap
kemuliaan segenap karya
Dan
akhlaknya kealam barzah.
Sebuah
alam yang dingin gelap
Penuh
misteri dan mistis
Sehingga
apabila seorang telah easuk kedalamnya
Tiada
dapat keluar lagi walau sesaat.
Dak
kita yang ditinggalkan kebingunan
Mencari
sosok suri tauladan.
Apakah
dia ulama wara mujahid
Atau
intelektual yang mencerahkan.
Maka
kita cari keteladan dalam diri sendiri.
Dari
Ramadhan ke Ramadahan,
Hati
kita bertanya apakah ini juga Ramadhan terakhir kita
Lalu
diri kita meninggalkan gemerlap dunia untuk semalanya.
Ya
Allah. Ya Ghofur.
Aku
datang membawa lumpur-lumpur dosa.
Berkenan
engkau memaafkan aku Rabbi
Allahumma
inna ‘afuan karim Tu hibbul ‘afwa fa’fu’anni
Allah
Tuhanku berapa waktu kiranya
Engkau
beri aku hidup Ya Rabbi
Ketika
umur kian bertambah tiada berapa waktu lagi ya allah..
Berkenan
Engkau jadikan timbangan amal kebaikan hamba
Lebih
berat dari segenap dosa selama hidup hamba ya Rabbi.
Disat
- saat tiba akhir Ramadahan,
Hamba
sedih bercampur letih
Sementara
langit-langit mengeluarkan kabut dan embun kebumi.
Sementara
bumi ini mengeluarkan air matanya
Kedalam
sungai-sungai dan danau Jernih.
Bagi
jiwa yang hidup,
Air
mata menetes ditepian sajadah dimalam-malam sunyi,
Mata
air jadi oase atas diri.
2013
Bertadabbur Kepada Hidup
Dihari-hari
i’tikaf ini
Hamba
mengenang kembali perjalanan panjang kehidupan
Hamba
sendiri.
Dari
Ramadhan ke Ramadhan
Hamba
malu untuk menghitungnya
Bersebab
kesalahan lebih banyak
Dari
pada nikmat hidup yang telah begitu banyak
Engkau
beri ya Robbi.
Ya
Allah.
Sungguh
bersyukur hamba
Engkau
takdirkan menjadi orang beriman
Ditengah
begitu banyak orang tak tau jalan pulang.
Ya
Allah
Hari-hari i’tikaf engkau gelar
Untuk
merenung sejenak tentang nikmat-nikmat hidup.
Nikmat
bernafas. Nikmat memandang.
Nikmat
berjalan, nikmat berbicara,
Nikmat
memegang dan menggenggam
Sunggung
alangkah besar nikmat dan karunia-Mu ya Rabbi..
Hari-hari
i’tikaf adalah merenungi hidup,
Merenungi
segala kejadian,
Merenungi
dunia yang makin tua
Merenungi
hidup di kahir zaman,
Merenungi
dunia yang penuh dengan segala problematika.
Ya
Allah
Ini
hamba yang fakir di malam-malam akhir Ramadhan,
Berdo’a
didalam perenungan tentang hakikat hidup dan kehidupan.
Ya
Allah
Berkenan
engkau jadikan liang kubur hamba
Laksana
ruang-ruang masjid tempat hamba beribadah dialam dunia.
Tenang,
terang, penuh kelapangan
Dan
jangan engkau jadikan lubang kubur kami ya Rabbi
Kuburan
yang sesat penuh siksa dalam gelap pengap
Sempit
seperti penjara.
I’tikaf
hidup menyenangkan hamba pada karya dzikir dan do’a.
I’tikaf
mati hamba terlentang sambil sedekap
Ditempat
sepi gelap dan sunyi,
Sungguh
tadabur hidup di hari-hari i’tikaf
Mengingatkan
hamba pada jalan panjang kematian.
Di
dalam i’tikaf hamba membanyangkan jasad hamba sendiri
Terkubur
terbenam dan menyatu kembali kedalam tanah.
Dan
terlihatlah segala amalan kita,
Amal
baik berupa cahaya terang nan wangi
Atau
amal buruk didalam kegelapan dan kebusukan
Ya
Allah
Berkenan
engkau maafkan hamba,
Engkau
beri kasih sayang hamba. Wala aqwa ‘ala naril jahimi.
Dibacakan
di kediaman Prof. Bunasor Sanim
Sejak Indonesia Prihatin Jelang Kemerdekan
Telah
66 tahun mengisi kemerdekaan,
Tapi
36 juta orang tenggelam dibawah garis kemiskinan.
36
juta rakyat megap-megap kehidupannya.
Laksana
ikan di air kolam panas.
Telah
66 tahun kemerdekaan,
Tetapi
si edon si marwan dan si codet
Tetap
menjadi tukang angon bergaji seribu rupiah sehari.
Telah
66 tahun merdeka hutan jawa tinggal 9% saja.
Pantas
banjir tak pernah terkendali
Telah
66 tahun sebuah negeri yang diatas tanahnya
Penuh
kesuburan.
66
bunga-bunga musim semi berguguran.
66
bunga musim gugur layu pucat pasi tak ada harapan.
66
pejuang kemerdekaan tinggal 1 dan 2 gelintir saja
Itupun
jarang ada yang memperhatikan.
66
tahun merdeka negeri-negeri jadi syurga para koruptor.
Maria
Paulin korupsi 1,7 triliun dan kabur kebelanda.
Marimur
sinivayan 200 M dan kabur ke kampungnya di India.
“Nehi-Nehi”
Seolah-olah
bangsaku lahir dan tumbuh tak pernah normal
Terus
menerus digrogoti kangker koreng dan borok
Sebagian
badan negeriku.
Siapa
yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit itu saudaraku.
Satrio
Piningit ?!
Nyi
Roro Kidul ?!
Imam
Mahdi ?!
Jokowi,
Prabowo, atau bung Rhoma.
Merdeka
bagi Pejabat adalah upacara jas dan dasi
Sedang
bagi rakyat adalah kebuTuhan pokok beras dan nasi.
Dibawah
tanahnya penuh tambang,
Diatas
buminya matahari 12 jam bersinar
Sebagai
sumber energi tetapi rakyat jelata tetap miskin
Beralas
sandal jepit butut l
Lain
sebelah berwarna hijau dan merah.
Telah
lebih 66 tahun presiden telah ganti 6 kali,
Ada
yang mabuk wanita,
Ada
yang mabuk harta,
Ada
yang gila teknologi,
Ada
yang gila pencitraan maskulin tidak Feminim tidak.
Djoko
S. Tjandra 546 M Kabur ke Papua New gunea.
Adelin
Lis Lari ke Cina.
Sumadikun
Hartono mabur ke Singapura.
Eddu
Tansi 1,7 T. Dewi tan Tutar 3,11 Triliun.
Anggoro
wijoyo 180 M.
Syamsul
Nursalin BLBI 10,09 T “mantog” entah kemana.
Inilah
para penghisap darah rakyat.
Inilah
penghisap otak dan kepala rakyat
Masa
depan anak-anak penerus tanah air kita.
Apakah
cita-cita rakyat
Agar
cukup sandang pangan, papan, sekolah gratis,
Sakit
tidak bayar, biar mati dikubur tenang.
Cuma
jadi impian setelah 66 kemerdekaan
Atau
keinginan itu hanya impian
Sambil
bermimpi memeluk rembulan.
Oh Aku
tak tahan
Oh
tanah airku Indonesia Raya
2010
Munajat Seorang Hamaba
Ya
Allah
Berkenankah
engkau beri hidup kami
Kepada
hidup yang indah dunia-akhirat.
Ya
Allah
Berkenankah
engkau lapangkan kehidupan kami
Dalam
sa’idu fiddunya wal akhirat.
Ya
Allah.
Saat
ini kami berjalan mengembara
Dan
berkelana diatas bumi-Mu.
Hamba
mohon segala ridho-Mu
Disertai
segenap ampunan dari engkau ya Rabbi
Ya dzul
Jalali wal Ikrom
Ya
Allah.
Sang
penguasa segenap alam raya,
Pemelihara
segala mayapada yang tiada ada batasnya.
Atas
segala keagungan-Mu,
Atas
segala Kuasa-Mu hamba bermunajat pada pagi dan petang.
Mohon
berkenan engkau terima ruh kami
Apabila
hamba mati,
Didalam
ruh orang-orang agung yang engkau terima
Yaitu
ruh Khusnul Khotimah.
Ya
Allah.
Dengan
segenap kerinduan
Hamba
ingin berjumpa Rasul dan Junjungan-junjungan kami.
Ingin
pula hamba yang hina ini
Berjumpa
engkau ya Rabbi Sang pemilik segalanya.
Dan
berkenankah engkau masukkan hamba
Kedalam
golongan orang-orang yang sholeh ya Rabbi
2011
Kebaikan Allah SWT
Allah
Maha perkasa.
Dia
telah memberikan cahaya matahari
Guna
menerangi alam raya ini.
Allah
memberi oksigen di atmosfir bumi
Untuk
menghidupi miliaran makhluk.
Allah
memberi pula kepada manusia,
Manusia-manusia
teladan berupa nabi-nabi
Dan
menetupnya dengan seorang nabi agung.
Nabi
besar Muhammad SAW
Yang
akhlak dan budinya tak ada yang mampu menandinginya.
Dia
dikagumi, dihormati kawan ataupun lawan.
Bahkan
kaisar Herakliuspun meneteskan air mata
Disaat
kepergiannya.
Allah
menurunkan kitab-kitab suci dari langit
Berupa
firman-firman
Agar
segenap manusia dapat terbimbing
Dan
mendapatkan petunjuk
Atas
suatu jalan berat penuh liku
Dan
atas segala tantangan diatas dunia ini.
Iqra
bismi rabbika ladzi kholaq.
Baca
Bacalah dengan nama Tuhan-Mu yang menciptakan.
Iqra
wa Rabuukal Akram,
Alladzi
‘allama bil qolam,
‘allamal
insanu ma lam ya’lam
Bacalah
dengan nama Tuhan-Mu yang maha mulia,
Yang
telah mengajarkan manusia dengan pena,
Dan
mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahui.
Allah
turunkan sebuah kitab agung
Kepada
Nabi agung penuh cahaya
Dialah
Al-Qur’an
Sebagai
pedoman
Untuk
kita dapat selamat
Hidup
dunia Akhirat
2011
Sebuah Do’a Di Ujung Ramadhan
Tuhan
Berapa
lama lagi aku akan engkau takdirkan
Hidup
diatas dunia ini.
Hingga
bingar dunia sungguh menyilaukan pendangan mata.
Tuhan
Berkenankah
engkau beri siraman kesenangan
Atas
segenap tahap akhir di kehidupanku ini.
Tuhan
Ridhomu
aku harapkan,
Allahhumma
inna nas aluka ridhika wal jannah,
Ya allah
Aku memohon kepadamu pada keridhianmu dan surgamu
Sebuah
tempat dimana tiada terdengar
Perkataan
kotor dan sia-sia.
Tempat
yang tiada kamus kata iri dan dengki.
Sementara
di syurga nan indah
Air
jernih senantiasa mengalir sperti air susu,
Air
madu, air arak yang tidak memabukkan
Dan
tiada terhalang untuk meminumnya.
Segenap
bidadari bermata jeli yang cantik jelita siap melayani.
Dan
bagi si penggemar shaum
Disiapkan
gerbang khusus dipintu syurga.
Bernama
gerbang Rayyan
Yang
apabila para ahlu shaum telah semua masuk
Maka
tertutuplah gerbang Arrayan untuk selamanya.
Betapa
indah syurga, sungguh betapa sesaat nikmat dunia
2010
PETUAH-PETUAH BUYA HAMKA “Mereguk Hikmah”
1.
Bahagia engkau kawanku
Apabila telah
sampai apa yang dituju
2.
Mengapa engkau menangis
Bukankah
engkau girang
Kuatkan hatimu
Lulur tangismu
Ambil kembali
penamu
3.
Hidup yang dijalani si Amat
Tidak dapat
dipindahkan menjadi hidup yang dijalani si Ali
Dan hidup yang
dijalani si Ali
Tidak dapat
dipindahkan kepada si Amat
4.
Kebenaran itu menang terus
Tidak pernah
kalah
5.
Teruskan perjuangan, tetapi jangan disesali
Apa yang
didapati belum memuaskan
6.
Bukit tinggi boleh didaki
Lurah dalam
berkala-kala
Penat kaki
boleh berhenti
Berat beban
siapa bawa
7.
Orang padang mandi ke gurun
Mandi berliman
buah pala
Hari petang
matahari turun
Dagang berurai
air mata
8.
Pantun itu membentuk budi
Memperkaya
bahasa dan memperhalus rasa
9.
Mulut tabuh bisa disumbat
Mulut manusia
tidak
10.
Dimana-mana hendaklah kebenaran tetap ditegakkan
11.
Janganlah engkau banyak bertanya
Apakah sebab
jadi begini
Sama kehendak
dari TuhanMu
Didalam takdir
sudahlah tentu
12.
Ketahuilah olehmu bahwa selama kita masih hidup
Kita senantiasa
akan mendapat ujian
Dengan yang
baik atau yang jahat
Dengan
kemudahan ataupun kesulitan
13.
Barangsiapa yang lari
dari medan perjuangan
Tidaklah dia
akan terlepas dari apa yang ditakdirkan Tuhan
14.
Kemana kita akan lari ?
Padahal
disetiap sudut dari kehidupan
Takdir Ilahi
senantiasa menunggu kita
15.
Memegang dan mempertahankan pendirian dan keyakinan
Tidaklah
selalu membawa bahaya
Bahkan asal kita
tetap tawakal kepada Tuhan
Bukan bahaya
yang akan menimpa tetapi mungkin menguntungkan
Janganlah
hanya mengingat bahaya tetapi ingat pula akan keuntungan itu
16.
Walaupun tuan – tuan Raja sekalipun
Janganlah tuan
– tuan hendak memegahkan diri dihadapan Allah SWT.
Janganlah tuan
– tuan takabur sesama makhluk
Dari tanah
asal tuan-tuan dan ke dalam tanah tuan – tuan akan kembali
17.
Janganlah yang merasa kuat
Hendak selalu
menindas kepada yang lemah
Walaupun
cacing itu sangat lemah
Kalau dia
dipijak, dia mesti menggeleong juga
18.
Imam yang sejati, tidak ada tempatnya takut melainkan Allah
Walaupun
disana ada pedang yang tajam, disini menunggu leher yang genting
19.
Tetaplah menegakkan agama Islam
Berpeganglah
teguh dengan Qur’an dan sunnah
20.
Pikir pelita hati, janji padang kata-kata
21.
Selama nyawa masih di kandung badan
Dan di bumi
yang mana juapun
Saya akan
tetap berjuang menegakkan agama
22.
Ayat Tuhan adalah kebenaran
Yang siapa
saja pun harus tunduk
Walaupun ada
pangkat yang dijabatnya
23.
Kematian adalah menurut adres yang telah diatur lebih dahulu
Walaupun
kemana kita melarikan diri
Kalau adres
tepat kepada diri kita tidaklah dapat kita elakkan
Tetapi kalau adres
bukan kepada kita
Walaupun jatuh
didekat kita
Belumlah kita
akan mati
24.
Jangan terlalu mewah
Kalau hidup
pemimpin terlalu mewah
Segan rakyat
mendekati
25.
Dimana saja manusia akan mati
Tidak ada
kelebihan dan keutamaan
Mati di
kampung atau mati di rantau
Yang penting
adalah suatu perkara
Yaitu adalah
tempat-tempat kita dikuburkan itu
Sudi menerima
kita karena kita yang shaleh
26.
Bukit tinggi boleh didaki
Lurah dalam
berkala-kala
Penat kaki
boleh berhenti
Berat beban
siapa membawa
27.
Berani karena benar
Takut karena
salah
28.
Hendaklah engkau menolong orang yang sengsara
29.
Akan selamatlah suatu bangsa
Kalau orangtuanya
dan guru-guru mengenal jiwa anak-anak
30.
Senantiasa yang mendorong untuk maju
Ialah bakat
percaya kepada diri sendiri
31.
Bebankulah
sarat
Tetapi cinta
negara lebih berat
Biar kaki
tinggal sekerat
Aku
lanjutkan juga biar larat
32.
Hidup
itu tidaklah lama, jika diingat sebelum kita lahir
Dunia telah
berusia miliar tahun dan jika mati,
Dunia akan
tinggal miliar tahun pula
Nilai hidup
yang hanya sekejap itu
Haruslah kita
sendiri yang mengisinya
33.
Bila
engkau masuk ke dalam tepat yang bukan tempatmu
Engkau kelak
akan keluar kembali dengan penuh rasa sesal
Sedang umur
yang dilalui tidak dapat dipulangkan lagi
34.
Perluas
dadamu, perlapang hatimu, pandang alam dari segala seginya
Engkau
ulurkan kedalam hatimu apa yang dirasai orang lain
dan Engkau
tambahkan ilmumu
Di waktu
seperti itu akan berfaedah agamamu
Bagi dirimu
dan bagi orang lain
Di waktu
semacam itu Engkau bercahaya dan memberi cahaya
35.
Kebebasan
bukanlah karena keturunan
Kebesaran
bukanlah karena ilmu
Meskipun keturunan
dan ilmu boleh menjadi alat
36.
Untuk
menempuh kebesaran
Kebesaran
adalah kesanggupan seseorang mengetahui kesulitan zamannya
37.
Cita
terletak di puncak gunung
Jalan ke
gunung berlurah berbukit di tengah sawah
Jangan termenung
lanjutkan juga betapapun sulit
38.
Kalau
harga gadis-gadis itu telah murah
Dan dia
telah menonjolkan dirinya
Keindahan syair
percintaan merosotlah
Perlu apa khayal-hayalan,
membuang waktu
Padahal mendapatkannya
tiada sukar
39.
Walaupun
musnah harta benda
Harga diri
janganlah jatuh
40.
Hanya
dua tempat bertanya
Pertama Tuhan
Kedua hati
sendiri
41.
Jika
hartamu sudah tak ada
Belum engkau
bernama rugi
Jika berani
tak ada lagi
Separuh
kekayaan porak poranda
42.
Jikalau
jatuh martabat diri
Musnah
segala apa yang ada
43.
Jikalau
dasar budimu culas
Tidaklah
berubah karena pangkat
Bertambah
tinggi jenjang ditingkat
Perangai
asal bertambah jelas
44.
Hanya
sekali singgah ke alam
Sesudah mati
tak balik lagi
Setelah
tidur di kubur kelam
Baru orang
tahu siapa diri
45.
Apalah
gunanya di dalam mengamalkan suatu perbuatan yang dirasa suci
Meminta
orang lain supaya memperhatikan
46.
Pergerakan
yang mengabaikan rumah tangga
Tak ubahnya
dengan menghasta kain sarung
berputar-putar
tetapi disana kesana juga.
Kembalilah
kerumah, perbaiki rumah tangga
47.
Apabila
suatu ilmu hendak dituntut
Hendaklah dimulai
dari pangkalnya
Supaya
sampai dengan teratur kepada akhirnya
48.
Jangan
lupa menyimpan buku catatan
Buah renungan
yang tiba-tiba
Dan ilham
yang menjelma bedah ingatan yang tidak disangka
Sungguh sangat
mahal harganya
Sukar dapatnya,
lekas-lekaslah tangkap dan tulis dibuku catatan
Melalaikan
barang demikian adalah kerugian yang paling besar
49.
Kesabaran
dan ketetapan hati itu yang amat perlu dalam perjuangan menuntut ilmu
50.
Meskipun
telah pandai, telah pintar dan otak terang
Janganlah berfikir
hendak mengalahkan guru
51.
Tanda gading ialah retak
Tanda manusia
ialah terdapat kesalahan padanya
Jangan malu
bertanya di waktu ragu
52.
Halaman dan pekarangan sekolah adalah tempat melatih budi
53.
Karena akal budi adalah laksana berlian yang baru keluar dari
tambang
Masih kotor
dan belum berkilat
Adalah guru
yang menjadi tukang gosok dan membersihkannya
Sehingga menjadi
berlian yang berharga
54.
Guru-guru yang oleh segala agama diwajibkan menghormatinya
Karena dialah
tiang sebenarnya dari bangunan suatu bangsa
55.
Kalau adalah di dunia ini suatu pengorbanan
Kejujuran dan
kelapangan hati
Satu diantaranya
adalah pekerjaan guru
56.
Kalau aku telah sanggup menyelidiki diri sendiri
Tandanya aku
tidak dibentuk oleh adabku sendiri
57.
Bersikaplah terus terang dan jujur
58.
Janganlah menunjukkan sembarang ilmu atau adab
Kalau tidak
pada tempat dan waktunya
Supaya tidak
menjemukkan
59.
Memberi pengajaran sopan santun hendaklah
Dilakukan dengan
keadaan dan tingkatan murid dan otak anak
60.
Biasakan duduk sendiri, bermenung dan tafakur
61.
Jangan terlalu ingin menjadi yang terkemuka
62.
Kalau engkau dimuliakan orang,
Hendaklah rendahkan
diri
63.
Jangan lekas marah
Hendaklah hormati
diri sendiri
64.
Siapa yang dapat menahan marahnya
Dia akan dapat
kemuliaan yang banyak
65.
Jangan duduk bersama orang yang suka berbicara cabul
66.
Kalau iman orang tua sendiri lemah
Anaknya
diserahkan kepada sekolah
Sementara di
sekolah hanya pengajaran, bukan pendidikan
Kalaupun ada
pendidikan, hanyalah pendidikan yang salah
Pendidikan
yang menghilangkan pribadi
67.
Hidup itu tidaklah akan berarti
Kalau tidak
dengan gerak, usaha kerja, takbir dan baik kelakuan
Supaya
tercapai ilmu, rizki, kesenangan pikiran dan kemuliaan
68.
Berani hidup jauh mulia dari berani mati
Agar jangan
menyerah saja kepada orang lain
69.
Hujan emas di negeri orang
Hujan batu di
negeri sendiri
Namun negeri
sendiri teringat jua
70.
Cinta tanah air adalah perasaan halus dan dalam dihati
manusia
Bahkan cinta
tanah air itu timbul dari iman yang sejati
71.
Cinta tanah air menimbulkan riwayat-riwayat besar
Menimbulkan
pikiran-pikiran mulia dan syair yang indah-indah
72.
Cinta sejati tidak meminta balas jasa
73.
Didalam mencintai tanah air
Salahlah kalau
orang meminta balas jasa
Sebab tanah
air yang berjasa kepada kita
Bukan kita
yang berjasa kepadanya
Bukankah
diatas persadanya kita telah dianugerahi hidup ?!
74.
Bila cinta tanah air telah mendalam
Meski dalam
kepapaan dan penderitaan, badan berasa dalam syurga juga
Hanya dapat
dirasakan, tidak dapat dikatakan
75.
Umur sebutan itu lebih panjang daripada umur manusia
Umur batu
nisan lebih panjang dari umur badan
76.
Hidup bukanlah buat berpesta atau meratap
Hidup adalah
buat bekerja
77.
Manusia tidak mendapat haisl daripada cucur keringat orang
lain
Tapi dari
cucur keringatnya sendiri
78.
Agama adalah penuntun akal
Memberi
petunjuk jalan yang lurus
Agama jadi
pimpinan untuk mencapai kenaikan tingkat akal
79.
Berfikir satu saat, lebih besar harganya dari beribadat satu
tahun
80.
Yang bernama hidup bukanlah nafas yang turun – naik
Karena tidak
sedikit orang yang nafasnya turun – naik
Tetapi dia
mati
Dan tidak
sedikit orang yang nafasnya sudah berhenti turun – naik
Tetapi masih
hidup lantaran akalnya
81.
Kitab ajaran Allah ada dua
Pertama kitab
yang tertulis
Kedua yaitu
alam yang terbentang dihadapan kita
Yang dapat
kita baca dengan tenang, ketika pikiran bersih
Disana banyak
sekali pelajaran-pelajaran yang ajaib
82.
Dengan akal pikira itulah mencari Tuhan
83.
Seorang manusia mempunyai kesempatan surut
Kepada kebenaran
didalam masa yang pendek
Yakni jika
keturunan yang datang dibelakang
Mengambil iktisar
dari nenek moyangnya yang dahulu
84.
Kesalahan kehidupan modern sekarang ini
Ialah karena
terpisahnya antara kebendaan dengan kejiwaan
Ilmu sudah
sangat maju, tetapi tidak dikenal lagi kemana tujuannya
85.
Supaya dunia ini senantiasa menuju kepada kesempurnaan
Hendaklah
segala kebendaan disertai hidup kejiwaan
86.
Ketika berjuang memajukan hidup lahir dengan perniagaan
pengembaraan
Jika terdengar
seruan Tuhan segera datang kesana
87.
Menguatkan rohani dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan
kehidupan akhirat
Tidak berarti
meninggalkan dunia, tetapi memberi tuntunan
88.
Orang boleh jadi presiden, jurnalis, politisi, pengusaha
Penyelidik berbagai
ilmu, jadi tani atau tukang rumput
Tetapi hadapkan
itu semua mencari ridho Allah SWT
89.
Apalah arti hidupku dan hidup tuan sebagai manusia
Atau sebagai
bangsa kalau tidak ada cita-cita besar
90.
Apalah arti hidup yang kurang dari sekejap mata ini
sebelum kita
lahir, umur dunia telah beribu tahun
Dan kalau kita
mati duniapun akan tinggal beribu-ribu tahun lagi
Kecuali memasukan
pikiran-pikiran besar kepada dunia
91.
Ketika
buku yang saya baca baru lima buah
Saya cepat
sekali menyimpulkan satu hal mengenai agama dan emosi
Tapi ketika
buku yang saya baca lima puluh
Saya menjadi lebih
paham dan tidak merasa perlu bersikap seperti itu
Disarikan
Dari Buku Karya - Karya Buya Hamka
1.
Ayahku
2.
Kenangan
– Kenangan Hidup
3.
Lembaga
Hidup
4.
Majalah
Bulanan Hidayatullah
Subscribe to:
Comments (Atom)